Bermain Hujan, Bocah Hilang Diduga Terbawa Arus ke Dalam Parit

Tim SAR berupaya mencari keberadaan Marwah yang diduga terseret banjir saat bermain di depan rumahnya

GUNUNG LINGAI. Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kota Samarinda pada Kamis sore (29/8) berubah menjadi malapetaka bagi keluarga kecil di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang.

Marwah, bocah perempuan berusia 6 tahun, hilang terseret arus deras setelah bermain hujan di depan rumahnya. Ia diduga terjatuh dan terseret masuk ke dalam parit yang meluap akibat banjir.

Marwah, warga Jalan DI Panjaitan, RT 15, awalnya terlihat ceria bermain bersama kakaknya di tengah derasnya hujan sekitar pukul 16.00 WITA. Tak hanya menikmati tetesan air dari langit, ia juga bermain air yang tergenang di depan rumahnya, tanpa menyadari bahaya yang mengintai.

“Saat itu, saya sedang membersihkan rumah. Ketika saya masuk sebentar untuk mengambil air, Marwah masih di teras. Namun, saat saya keluar, dia sudah tidak terlihat lagi,” cerita Rudi (39), paman Marwah, dengan nada cemas.

Khawatir akan keselamatan keponakannya, Rudi segera menyusuri area depan rumah, menduga Marwah terjatuh ke dalam parit yang berada tak jauh dari situ. Pencarian dilakukan secara spontan, namun sayangnya hasilnya nihil.

Kepanikan semakin menjadi ketika ibu Marwah menyadari putrinya hilang dan berteriak histeris, mengundang warga sekitar untuk ikut mencari.

“Biasanya, Marwah hanya bermain di teras. Baru kali ini dia bermain air hingga ke depan rumah,” tambah Rudi, mengenang kebiasaan sang keponakan yang selalu dipantau dengan ketat.

Kehilangan Marwah mengundang perhatian tim gabungan dari Basarnas, Damkar, BPBD, relawan, dan warga setempat yang segera bergegas ke lokasi. Mereka bekerja keras membongkar gorong-gorong dan menyisir aliran air yang menuju sungai besar di Jalan PM Noor, berharap menemukan jejak Marwah.

Beberapa anggota tim bahkan melakukan penyelaman di alur sungai, meskipun arus deras dan parit yang sempit menjadi kendala utama.

Koordinator Pos SAR Basarnas Samarinda, Riqi Effendi, menjelaskan bahwa operasi pencarian segera dilakukan setelah informasi tentang hilangnya Marwah diterima. Namun, upaya penyelamatan ini tak lepas dari tantangan.

“Parit di sekitar lokasi sangat sempit, dan arus air cukup deras. Tim kami harus menunggu hingga air surut untuk melanjutkan pencarian,” ungkap Riqi.

Menurut keterangan keluarga, saat terakhir terlihat, Marwah mengenakan kaos biru dan celana krem. Hingga pukul 21.00 Wita, pencarian belum membuahkan hasil, dan rencana pencarian akan dilanjutkan keesokan pagi dengan harapan menemukan Marwah dalam keadaan selamat. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *