
Tuntut Demokrasi Sehat Pilkada 2024 Tanpa Kotak Kosong
SAMARINDA. Belasan warga Samarinda berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) untuk mendeklarasikan diri sebagai Relawan Kotak Kosong, Sabtu (3/7). Deklarasi ini merupakan bentuk protes terhadap kemungkinan calon tunggal dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalimantan Timur (Kaltim) 2024.
Edi Susanto, Humas Relawan Kotak Kosong Kaltim, menegaskan bahwa mereka menuntut pelaksanaan demokrasi yang sehat pada Pilkada 2024. Menurutnya, adanya calon tunggal dalam Pilgub Kaltim 2024 merupakan indikasi kemunduran demokrasi.
“Jika hanya ada satu pasangan calon, itu yang tidak kami inginkan. Kami sangat prihatin jika kotak kosong harus terjadi, karena itu menandakan kemunduran demokrasi di Kaltim,” ujar Edi.

Dengan hanya empat bulan lagi menjelang pesta demokrasi lima tahunan, Edi berharap partai politik dapat menghadirkan lebih dari satu kandidat yang kompeten. Namun, kenyataannya, saat ini partai-partai politik tampaknya hanya akan mengusung satu pasangan calon di Pilgub Kaltim 2024.
“Jika kotak kosong terjadi, kami siap menjadi relawan kotak kosong untuk mengawal suara rakyat agar tidak ada kecurangan,” tambahnya.
Deklarasi ini menunjukkan kesepakatan belasan masyarakat yang hadir untuk membentuk Relawan Kotak Kosong, merespons dinamika Pilgub Kaltim 2024 yang kemungkinan hanya akan diikuti oleh satu pasangan calon.
Menurut Edi, jika ada lebih dari satu pasangan calon yang bertarung, itu akan sangat baik dan mereka akan memilih salah satu dari mereka. Namun, jika kotak kosong terjadi, mereka siap menjadi relawan untuk mengawal suara rakyat.
“Aksi ini ditujukan kepada partai politik agar menghadirkan calon kepala daerah yang kompeten,” tandasnya. (Ket)



