FPRB Meminimalkan Risiko dan Dampak Bencana
SAMARINDA. Dalam upaya untuk mengurangi risiko bencana, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Samarinda telah dibentuk dan diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Hero Mardanus Setyawan, pada Selasa (20/8).
Forum berbasis komunitas ini bertujuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya serta mengorganisir sumber daya masyarakat guna mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas pemulihan pasca bencana.

Keanggotaan FPRB mencakup berbagai elemen masyarakat, termasuk instansi pemerintah, swasta, dunia usaha, media, dan relawan. Sekitar 50 anggota yang beroperasi di bawah naungan BPBD Kota Samarinda.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso menjelaskan, forum ini dibentuk untuk memperkuat ketangguhan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana alam dan non-alam.
“Diharapkan masyarakat paham apa itu bencana alam dan tindakan yang dilakukan masyarakat secara mandiri apabila terjadi, mereka sudah diberi pemahaman tindakan awal,” kata Suwarso.
Sekda Hero Mardanus Setyawan berharap dengan adanya FPRB, risiko dan dampak bencana di Samarinda dapat diminimalkan. Pihaknya juga terus memantau daerah rawan banjir dan melakukan perbaikan berkelanjutan untuk mengatasi genangan air.
“Target utama kami adalah mengurangi jumlah bencana di Samarinda tidak bisa menjamin bahwa bencana akan sepenuhnya hilang, kami berusaha keras untuk meminimalkan risiko dan dampaknya,” ungkapnya.
Ketua FPRB, Syafaruddin, menekankan pentingnya memetakan potensi bencana dan menyusun program kerja yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pengusaha dan jurnalis, untuk mengedukasi masyarakat tentang pengurangan risiko bencana.
“Partisipasi semua pihak sangat penting agar upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan efektif,” tambahnya. (ket)




