SAMARINDA – Polresta Samarinda menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sepanjang tahun 2025 melalui berbagai langkah nyata, mulai dari pengelolaan lahan pertanian produktif hingga penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat dan pelajar.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya mengambil peran aktif dalam mendukung sektor pangan. Salah satu bentuknya adalah dengan mengoptimalkan lahan seluas 61 hektare untuk kegiatan pertanian.
Dari total luasan tersebut, sekitar 8 hektare merupakan lahan bekas tambang yang berhasil dimanfaatkan kembali menjadi area pertanian produktif. Pemanfaatan lahan eks tambang itu dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus membuka kawasan baru.
“Total lahan produktif yang kami kelola mencapai 61 hektare, termasuk 8 hektare lahan eks tambang yang kini dimanfaatkan untuk pertanian. Kami ingin lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hendri.
Melalui program tersebut, Polresta Samarinda berhasil memanen sekitar 22 ton jagung. Hasil panen kemudian didistribusikan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, dengan sebanyak 10,2 ton diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dan sisanya, 11,8 ton, dipasarkan kepada masyarakat.
Hendri menyebut wilayah Loa Janan Ilir menjadi kawasan dengan hasil budidaya jagung paling baik. Ke depan, pihaknya berencana memperluas area tanam guna meningkatkan produksi sekaligus mendukung kebutuhan pangan di daerah.
“Wilayah Loa Janan Ilir menjadi lokasi penanaman paling produktif dengan kualitas jagung yang sangat baik. Kami berkomitmen untuk terus menambah luas area penanaman ke depannya,” katanya.
Selain sektor pertanian, Polresta Samarinda juga mencatat capaian dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Berkat dukungannya terhadap penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Bulog di bawah harga pasar, institusi tersebut berhasil meraih predikat sebagai Satuan Kerja Nomor 1 di Kalimantan Timur.
Di bidang pemenuhan gizi, Polresta Samarinda melakukan inovasi dengan mengubah salah satu rumah jabatan menjadi markas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini difokuskan pada penyediaan makanan sehat bagi masyarakat dan pelajar di Kota Samarinda.
Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 91.066 orang telah menerima manfaat dari program tersebut. Setiap hari, SPPG mampu menyalurkan sekitar 2.500 porsi makanan bergizi ke sekolah-sekolah di wilayah Samarinda.
“Setiap harinya, SPPG kami mampu menyalurkan hingga 2.500 porsi makanan bergizi ke sekolah-sekolah terdekat di Samarinda ini,” pungkas Hendri. (Ket)




