BPBD Samarinda Siaga Hadapi Cuaca Tak Menentu

Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso

 

Habarhanyar.com, Samarinda — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir. Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, pemantauan titik panas, hingga pelibatan relawan di lapangan.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Meski demikian, wilayah Samarinda yang berada di kawasan garis khatulistiwa masih berpotensi diguyur hujan meski telah memasuki periode kemarau.

“Menurut prediksi BMKG, kemarau ini akan mencapai puncaknya di bulan Agustus dan sudah dimulai sejak Maret kemarin. Namun demikian, Samarinda yang berada di garis khatulistiwa masih memungkinkan terjadi hujan walaupun dalam periode kemarau,” ujar Suwarso, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, BPBD Samarinda telah melaksanakan gladi kesiapsiagaan bersama pemerintah provinsi maupun perangkat daerah di tingkat kota sebagai upaya antisipasi menghadapi karhutla dan cuaca ekstrem.

Selain itu, koordinasi juga diperkuat dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), relawan, hingga desa tangguh bencana untuk memastikan penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika muncul titik api.

“Kami sudah mempersiapkan peralatan dan membangun kolaborasi dengan berbagai perangkat daerah, damkar, relawan, hingga desa tangguh bencana. Harapannya ketika ada titik api kecil bisa segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar,” katanya.

Menurutnya, pemantauan titik panas dilakukan secara berkala melalui aplikasi Sipongi dan sejumlah sistem pemantauan lainnya agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih awal.

Di sisi lain, BPBD juga menyoroti potensi banjir akibat curah hujan yang masih terjadi di Samarinda dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, hujan yang turun sempat menimbulkan genangan dan kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Suwarso menyebut Wali Kota Samarinda telah menginstruksikan sejumlah perangkat daerah, termasuk Dinas PUPR dan BPBD, untuk melakukan identifikasi serta pembersihan drainase yang dipenuhi endapan lumpur maupun gulma.

“Penanganan dilakukan bersama pihak kelurahan, kecamatan, hingga masyarakat melalui gotong royong supaya hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Terkait ancaman kiriman asap dari daerah lain seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Samarinda juga menyiapkan langkah mitigasi berupa pemantauan kualitas udara dan pembagian masker apabila kondisi udara memburuk.

“Kalau kualitas udara berisiko, maka masyarakat harus segera menggunakan masker. Untuk jangka panjang, DLH bersama sejumlah perusahaan juga melakukan penanaman pohon untuk mengurangi dampak kualitas udara maupun perubahan cuaca,” pungkasnya. (dtg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *