Satlantas Samarinda Intensifkan Razia di Kawasan Seberang

SAMARINDA — Pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 kembali menyasar wilayah Samarinda Seberang. Pada Jumat (28/11), razia lalu lintas digelar di simpang tiga Jalan Bung Tomo, sebuah titik yang kerap dipadati kendaraan dari berbagai arah. Sejak pagi, petugas gabungan telah melakukan penyekatan serta pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, menyampaikan bahwa kegiatan penertiban di hari ke-12 ini masih menemukan beragam pelanggaran, terutama dari pengendara sepeda motor. Ia menekankan bahwa disiplin berkendara masih perlu ditingkatkan oleh masyarakat.

“Memasuki hari ke-12 Operasi Zebra Mahakam 2025, jumlah penindakan yang kami lakukan secara keseluruhan sudah mencapai 371 tilang. Untuk razia hari ini, kami menindak 53 pelanggar,” jelasnya.

Menurut Iptu Ismail, pelanggaran yang paling dominan adalah tidak memakai helm. Ia menegaskan bahwa helm merupakan pelindung penting yang sering diabaikan.

“Mayoritas pelanggar adalah pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm. Padahal, itu perlindungan utama ketika terjadi insiden di jalan,” ujarnya.

Selain pelanggaran terkait keselamatan, sejumlah pengendara juga kedapatan tidak membawa kelengkapan dokumen kendaraan. Pemeriksaan menunjukkan adanya pengendara yang tak bisa menunjukkan surat-surat wajib.

“Ada yang lengkap, tapi sebagian pengendara tidak membawa surat kendaraan sama sekali ketika diperiksa,” katanya.

Sebanyak 23 kendaraan akhirnya diamankan ke pos penindakan karena pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi atau tidak bisa diselesaikan di tempat.

“Total ada 23 kendaraan yang kami bawa ke pos untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.

Razia hari ini melibatkan 23 personel dari berbagai unsur penegak hukum dan instansi pendukung.

“Dalam kegiatan ini, hadir personel dari Provos Polresta Samarinda, POM TNI, Provos Brimob Batalyon B, Brimob Batalyon B itu sendiri, Dishub Samarinda, serta anggota Satlantas Polresta Samarinda,” terang Iptu Ismail.

Ia menekankan bahwa Operasi Zebra Mahakam bukan semata-mata untuk menindak, tetapi juga untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa aturan dibuat demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Melalui razia berkelanjutan ini, polisi berharap tercipta kesadaran yang lebih kuat dan lingkungan berkendara yang lebih aman di Kota Tepian. (cee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *