KUKAR. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) pada Kamis (24/10) sore menyebabkan kerusakan serius pada salah satu bangunan di RSUD AM Parikesit. Bagian atap di lantai tiga tepatnya di Ruang Enggang Tiga tiba-tiba rubuh akibat terpaan angin kuat yang menghantam gedung.
Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan pegawai dan pasien yang berada di dalam gedung karena sebagian besar plafon juga ikut ambruk bersama atap yang roboh.

Menurut saksi mata, suara keras terdengar ketika atap dan plafon di lantai tiga rumah sakit tersebut mulai runtuh. Para pegawai dan pasien yang sedang beraktivitas di sekitar area tersebut bergegas menyelamatkan diri. Namun, salah satu pasien yang masih dalam perawatan tertimpa reruntuhan atap, meskipun beruntung hanya mengalami luka ringan.
“Awalnya kami mendengar suara angin yang sangat kencang, kemudian tiba-tiba atap di atas rubuh dengan suara gemuruh yang cukup keras. Banyak orang panik dan langsung berlarian. Salah satu pasien tertimpa, tapi syukurlah dia hanya mengalami luka ringan,” ujar Yani (35)
Menanggapi insiden tersebut, pihak Rumah Sakit Parikesit langsung melakukan tindakan cepat dengan memindahkan para pasien dari area yang terdampak ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi berlangsung di tengah situasi yang masih mencekam, karena cuaca buruk dengan angin kencang terus berlanjut.
Para petugas medis bersama staf rumah sakit bahu-membahu memindahkan pasien yang berada di sekitar lantai tiga ke lantai-lantai di bawah yang lebih aman dari bahaya runtuhan.
Direktur Rumah Sakit Parikesit, dr. Martina Yulianti mengonfirmasi, ambruknya bagian atap di ruang enggang tiga diawali hujan deras disertai angin kencang. Seluruh pasien telah di evakuasi ke lantai dua.
Pemindahan pasien dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah potensi kejadian susulan. Beberapa pasien yang berada di sekitar area terdampak langsung dievakuasi ke ruangan lain di rumah sakit yang tidak terdampak runtuhan.
“Kami segera memindahkan pasien ke lokasi yang lebih aman begitu insiden terjadi. Ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang kami terapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dan semua pasien aman,” kata dr. Martina dalam pernyataan persnya.
Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan beberapa ahli bangunan berkaitan kondisi rumah sakit khususnya gedung enggang yang ada di lantai tiga. Gedung enggang merupakan gedung lama yang difungsikan sebagai rawat inap
“Kebetulan RSUD AM Parikesit memang ada pembangunan. Sehingga kami masih berkoordinasi dengan tim ahli berkaitan kondisi gedung enggang apakah masih layak digunakan dengan aman,” tukas Martina. (ket)




