Megahnya IKN, Kaltim Jangan Hanya Jadi Penonton

Rusman Ya’qub, mantan Anggota DPRD Kaltim

 

Habarhanyar.com, Samarinda — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus dipercepat pemerintah pusat memunculkan harapan sekaligus kekhawatiran di Kalimantan Timur. Di tengah pembangunan kawasan inti ibu kota baru yang semakin masif, sejumlah pihak mengingatkan agar daerah penyangga tidak tertinggal dan tetap memperoleh dampak pembangunan secara merata.

Sorotan tersebut disampaikan mantan anggota DPRD Kaltim yang sekarang menjabat menjadi Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Timur, Rusman Yaqub, di Samarinda. Ia menilai percepatan pembangunan IKN harus diikuti dengan penguatan wilayah penyangga di seluruh daerah Kaltim, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Rusman, pemerintah daerah saat ini dinilai cukup aktif memperjuangkan kepentingan Kalimantan Timur dalam proses pembangunan ibu kota negara baru. Ia menyebut komunikasi dan upaya yang dilakukan gubernur maupun wakil gubernur terus diarahkan agar daerah sekitar IKN ikut merasakan manfaat pembangunan nasional tersebut.

“Gubernur dan Wagub Kaltim saat ini cukup serius dalam menyuarakan kepentingan-kepentingan daerah Kalimantan Timur, terutama yang berkaitan dengan pembangunan IKN,” ujarnya kepada awak media beberapa waktu lalu.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada kawasan inti IKN yang kini terus berkembang dengan berbagai proyek strategis dan investasi besar. Menurutnya, akan menjadi persoalan jika kawasan inti tampil maju dan modern, sementara daerah di luar kawasan tersebut masih menghadapi ketimpangan pembangunan.

Rusman mengatakan, keberadaan Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga utama IKN semestinya mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat. Ia menilai daerah penyangga justru harus memiliki daya dukung yang kuat demi menopang keberlangsungan ibu kota negara di masa mendatang.

“Jangan sampai IKN itu begitu agung, mewah, dan masyhur, namun saat keluar satu langkah dari IKN justru menemukan ketimpangan yang cukup tinggi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang inklusif dan merata agar masyarakat lokal dapat menikmati dampak ekonomi maupun sosial dari hadirnya IKN. Menurutnya, pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan kawasan inti ibu kota.

“Kaltim adalah kawasan penyangga IKN. Maka sudah semestinya penyangga ini harus lebih kuat dari yang disangga,” katanya.

Rusman berharap kehadiran IKN dapat menjadi momentum percepatan pembangunan bagi seluruh wilayah Kalimantan Timur, bukan hanya simbol kemegahan negara semata.

“IKN harus menjadi pengungkit kemajuan Kaltim, bukan sekadar etalase kemegahan negara,” pungkasnya. (dtg/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *