Ambulans Puskesmas Sungai Siring Tak Dapat Digunakan

Alasan Tak Ada Sopir

SUNGAI SIRING. Insiden mengejutkan terjadi di Puskesmas Sungai Siring yang terletak di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (19/10) sore. Ambulans yang seharusnya digunakan untuk merujuk pasien luka parah ke rumah sakit tidak dapat dioperasikan dengan alasan tidak ada sopir yang bertugas.

Padahal, kondisi pasien tersebut membutuhkan penanganan segera, dan pihak puskesmas sendiri telah meminta agar pasien segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

 

Pasien tersebut sempat menunggu selamanya dua jam di puskesmas tanpa adanya kepastian transportasi. Di tengah situasi kritis. Pihak keluarga pasien mulai panik, karena setiap detik sangat berharga bagi kondisi pasien. Sayangnya, meskipun puskesmas tersebut merupakan pusat kesehatan yang memberikan layanan 24 jam, fasilitas ambulans yang menjadi andalan justru tidak bisa digunakan karena alasan ketiadaan sopir.

Melihat situasi ini, Anggota FKPM Sungai Siring berinisiatif meminta bantuan ambulans relawan meski dengan jarak cukup jauh. Sebab tidak ada pilihan lain selain hal tersebut dilakukan. Walhasil, pasien inipun diboyong dengan ambulan dari relawan

“Saya menghubungi ketua Info Taruna Samarinda, karena ambulans puskesmas tidak ada sopirnya. Padahal ada dua unit ambulans yang stanby saat itu,” kata anggota FKPM, Joko Dwi Suprianto

Respons cepat dari relawan ini menjadi penyelamat di tengah kelalaian yang terjadi di Puskesmas Sungai Siring. Meski demikian, kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga yang merasa bahwa pelayanan kesehatan di puskesmas tidak memadai.

Keberadaan ambulans, yang seharusnya menjadi bagian dari pelayanan darurat, justru menjadi hambatan karena kurangnya manajemen.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewanya. “Puskesmas ini seharusnya siaga 24 jam, tapi ketika ada keadaan darurat, kita justru kesulitan mendapat layanan ambulans. Apa gunanya fasilitas kalau tidak bisa digunakan saat dibutuhkan?” ucapnya.

Tidak hanya warga, insiden ini juga menarik perhatian publik secara luas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismid Kosasi, memberikan tanggapan cepat terkait kejadian tersebut. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi koreksi mengingat pentingnya fasilitas ambulans dalam penanganan kasus-kasus darurat.

“Saya sudah memberikan teguran kepada pimpinan Puskesmas Sungai Siring, dan kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan puskesmas di Samarinda dapat memberikan pelayanan terbaik bagi warga,” kata Ismid.

Kasus ini menjadi sorotan banyak pihak, dan diharapkan akan ada perbaikan sistem manajemen di puskesmas-puskesmas, khususnya dalam hal kesiapsiagaan fasilitas darurat seperti ambulans. Warga berharap pemerintah daerah dan dinas kesehatan dapat mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (ket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *