SAMARINDA UTARA. Para petani di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, kini menghadapi ancaman serius dari serangan hama tikus yang telah merusak enam hektare lahan persawahan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, yang memperkirakan hasil panen tahun ini akan mengalami penurunan.
Serangan hama tikus yang mulai terjadi beberapa minggu terakhir ini telah merusak tanaman padi yang seharusnya segera dipanen. Upaya penanggulangan seperti pemasangan perangkap dan penggunaan pestisida sudah dilakukan, namun belum berhasil menghentikan penyebaran hama.
Bero Subarman, seorang petani setempat, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami biasanya mendapatkan sekitar 5 ton gabah kering dari satu hektare lahan. Tapi dengan kondisi seperti ini, hasil panen kami pasti akan menurun. Kami berharap ada solusi lain untuk mengatasi serangan tikus ini,” tuturnya.

Melihat kerusakan yang semakin parah, beberapa petani terpaksa memangkas padi yang sudah rusak untuk mengurangi kerugian. Meski sudah memasang kawat listrik dan perangkap, serangan tikus tetap tidak bisa dibendung.
Didi Sukrisno, Ketua Kelompok Tani Margo Utomo, mengungkapkan, dari total 15 hektare sawah yang ada, enam hektare di antaranya telah diserang hama tikus.
“Kami terpaksa memangkas area yang sudah terkena serangan untuk meminimalisir kerugian. Pemberian racun sudah dilakukan, namun tikus tetap menyerang,” jelasnya, Minggu (1/9).
Para petani berharap pemerintah, khususnya dinas terkait, dapat segera turun tangan untuk membantu mengatasi masalah ini sebelum semakin memperparah kerusakan dan menurunkan produksi padi yang akan dipanen dalam waktu dekat. (ket)




